TAMBAKBAYA – Pemerintah Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan menggelar musyawarah Rembug Stunting dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Aula Bale Desa Tambakbaya pada Rabu, 1 Juli 2026.
Rembug stunting ini merupakan agenda krusial untuk menyusun strategi, memvalidasi data, serta mengintegrasikan program kerja antarsektor demi menekan angka stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi kronis) secara efektif di wilayah desa.
Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Garawangi, perwakilan dari UPTD Puskesmas Garawangi, Kepala Desa Tambakbaya beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, Kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci utama
Dalam sambutannya, Bapak Sekmat Garawangi menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kerja sama yang solid dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemangku kebijakan kesehatan.
"Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, yaitu sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Melalui Rembug Stunting ini, kita pastikan alokasi dana desa tahun 2026 benar-benar menyasar program yang berdampak langsung," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Puskesmas Garawangi memaparkan data kesehatan terkini mengenai kondisi balita di Desa Tambakbaya. Pihak Puskesmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu.
Rencana Aksi Desa Tambakbaya Tahun 2026
Berdasarkan hasil diskusi bersama, Rembug Stunting ini menyepakati beberapa poin prioritas yang akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tambakbaya Tahun Anggaran 2026, di antaranya:
-
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi dan berbasis kearifan lokal untuk balita risti (risiko tinggi) dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
-
Optimalisasi peran Kader Posyandu melalui pengadaan alat antropometri (alat ukur tumbuh kembang) yang standar dan pelatihan insentif.
-
Edukasi pola asuh dan sanitasi bagi keluarga, mengingat akses air bersih dan jamban sehat berkontribusi besar dalam mencegah infeksi berulang pada anak.
Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi menutup acara dengan menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mengawal seluruh kesepakatan ini agar target Desa Tambakbaya Bebas Stunting (Zero Stunting) dapat segera terealisasi.



