TAMBAKBAYA (Warta Tambakbaya) – Camat Garawangi, Bapak Maryanto, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap produk Batik Ciprat Wening Galih karya penyandang disabilitas mental di LKS Graha Berdaya, Desa Tambakbaya. Inovasi ini tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sektoral yang kuat dalam mewujudkan desa inklusi.
Keberhasilan program ini merupakan buah manis dari sinergi berbagai pihak, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Program ini mendapat dukungan penuh dari Kemenko PMK dan Kementerian Sosial, serta pendampingan teknis dari Poltekesos (STKS) Bandung. Di tingkat daerah, Dinas Sosial Kabupaten Kuningan beserta dinas terkait lainnya terus mengawal agar pemberdayaan ini berjalan berkelanjutan.
Kabar membanggakan datang dari Ketua LKS Graha Berdaya yang mengonfirmasi bahwa produk hasil karya warga binaannya kini mulai digunakan secara luas di tingkat kecamatan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Seragam kafilah peserta MTQ Kecamatan Garawangi resmi menggunakan Batik Ciprat motif angklung dengan jumlah total 150 potong. Ini adalah bentuk nyata kepercayaan masyarakat terhadap kualitas karya teman-teman disabilitas," ungkap Ketua LKS Graha Berdaya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Tambakbaya menegaskan komitmen penuh pemerintahan desa dalam mendukung unit usaha ini.
"Selaku Kepala Desa, saya sangat bangga. Pemerintahan Desa Tambakbaya akan terus mengawal dan mempromosikan Batik Ciprat Wening Galih ini. Penggunaan batik ini oleh kafilah MTQ adalah langkah awal yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa hasil karya warga kami mampu bersaing dan membanggakan desa," ujar Kepala Desa Tambakbaya.
Camat Garawangi, Bapak Maryanto, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi seperti Kemenko PMK hingga jajaran dinas di Kabupaten Kuningan membuktikan bahwa pemberdayaan di Desa Tambakbaya telah berada di jalur yang tepat. Ia berharap Batik Ciprat Wening Galih dapat menjadi ikon baru ekonomi inklusif yang menginspirasi wilayah lain.



