Depan Dobrak Stigma, BUMDes Motekar Mandiri Tambakbaya Pamerkan Batik Karya Disabilitas Mental di Festival BUMDes Jabar

Dobrak Stigma, BUMDes Motekar Mandiri Tambakbaya Pamerkan Batik Karya Disabilitas Mental di Festival BUMDes Jabar

KUNINGAN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Motekar Mandiri dari Desa Tambakbaya turut unjuk gigi dalam ajang bergengsi Festival BUMDes Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Objek Wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, pada 29–30 Agustus 2026.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, bersama jajaran pimpinan daerah Kabupaten Kuningan ini, BUMDes Motekar Mandiri sukses mencuri perhatian lewat produk unggulan mereka, Batik Ciprat Wening Galih.

Dobrak Stigma Lewat Karya Inklusif

Batik Ciprat Wening Galih merupakan produk kain batik dengan motif ciprat yang unik dan bernilai sosial tinggi. Produk ini lahir dari tangan kreatif para penyandang disabilitas mental yang dibina langsung di Desa Tambakbaya. Kehadiran produk ini di festival tingkat provinsi menjadi momentum penting untuk menghapus pandangan negatif masyarakat terhadap kelompok disabilitas.

"Melalui festival ini, target utama kami adalah mengenalkan karya ini kepada khalayak yang lebih luas. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berdaya," ujar Direktur BUMDes Motekar Mandiri Desa Tambakbaya.

Ia menambahkan bahwa selama ini penyandang disabilitas mental sering kali mendapatkan stigma buruk dan dipandang sebelah mata di lingkungan sosial.

"Kami ingin mendobrak stigma buruk tersebut. Lewat Batik Ciprat Wening Galih, masyarakat bisa melihat langsung bahwa di balik kekurangan mereka, ada potensi luar biasa yang mampu menghasilkan karya seni bernilai ekonomi tinggi," tegasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Keikutsertaan BUMDes Motekar Mandiri dalam festival ini diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal Desa Tambakbaya sekaligus membuka peluang kemitraan baru. Keterlibatan aktif ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah desa dalam mendukung penguatan ekonomi inklusif yang mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.