JAKARTA – Produk kerajinan unggulan dari Desa Tambakbaya, yaitu Batik Ciprat Wening Galih, resmi hadir dan bersanding dengan kekayaan budaya nasional dalam pameran Jelajah Indonesia Wastra Nusantara. Acara bergengsi yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 September 2026, bertempat di Rama Atrium, East Mall Lantai LG, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Keikutsertaan Desa Tambakbaya dalam ajang berskala nasional ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan potensi lokal ke pasar yang lebih luas. Berbeda dengan kain pada umumnya, Batik Ciprat Wening Galih memiliki keistimewaan yang luar biasa, karena diproduksi langsung oleh para penyandang disabilitas mental yang telah mendapatkan pelatihan vokasional secara intensif.
Karya inklusif ini langsung menarik perhatian para pengunjung mal dan pencinta wastra lewat keunikan motif cipratan, kombinasi warna yang berani, serta semangat kemandirian yang ada di balik selembar kainnya.
Kepala Desa Tambakbaya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas terpilihnya karya berharga ini untuk dipamerkan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota. "Ini adalah peluang emas bagi para perajin istimewa kami untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Batik Ciprat Wening Galih memiliki kualitas tinggi dan nilai kemanusiaan yang siap bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
Pameran Jelajah Indonesia Wastra Nusantara sendiri bertujuan untuk melestarikan kain tradisional sekaligus mendongkrak pariwisata serta ekonomi kreatif Indonesia. Kehadiran Batik Ciprat Wening Galih menjadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung keunikan Batik Ciprat Wening Galih, mendukung karya ramah difabel, dan membawa pulang produk lokal terbaik dari Desa Tambakbaya, pameran masih akan berlangsung hingga hari Minggu, 6 September 2026.



